Bantal Anti Peyang, Solusi Pencegahan Kepala Datar Bayi

Posted on

Jenis bantal anti peyang menjadi solusi praktis membantu mencegah bentuk kepala datar (flat head) pada bayi baru lahir. Pada awal masa kehidupan, si kecil memiliki bentuk kepala sangat lunak dan mudah berubah, sehingga rentan alami kondisi kepala datar (plagiocephaly). Hal ini cukup umum dialami pada bayi yang terbiasa tidur dalam posisi sama terlalu lama. Untuk mencegahnya, pengguna bisa menggunakan bantal peyang.

Baca Juga: Bantal Tummy Time Sebagai Solusi Praktis untuk Melatih Otot Leher Bayi

Bantal Anti Peyang, Solusi Pencegahan Kepala Datar Bayi
Bantal anti peyang bantu cegah bentuk kepala datar. Foto: Istimewa

Mengenal Bantal Anti Peyang Bayi

Bantal anti peyang dikenal sebagai bantal plagiocephaly. Jenisnya ini menggunakan desain khusus berupa lekukan (cekungan) pada bagian tengahnya. Tujuannya ialah untuk mendistribusikan tekanan agar merata pada bagian tempurung kepala bayi baru lahir. Membantu mencegah terjadinya penekanan berlebih pada satu sisi kepala, apalagi jika posisi tidur tidak berubah.

Untuk mencegah kondisi tersebut, salah satu solusi yang banyak digunakan para orang tua yakni dengan memakai bantal bayi anti peyang. Modelnya dirancang khusus guna mendukung posisi tidur bayi sehingga bisa mengurangi tekanan berlebih dan kepala bisa rata tanpa ada tonjolan.

Alasan Orang Tua Menggunakan Bantal Peyang

Tengkorak pada bayi baru lahir sangatlah lunak dan lentur. Hal inilah yang membuat kepala rentan berubah bentuk, khususnya jika terjadi tekanan konstan pada satu arah. Maka di situlah bantal anti peyang memainkan peran penting,  menjaga bentuk kepala agar tetap optimal selama masa pertumbuhan

Pencegahan peyang pada kepala bayi (sindrom kepala datar) penting bagi perkembangan bayi, khususnya pada perkembangan kedepannya. Meski umumnya bantal bayi memiliki peran sama, namun untuk bantal satu ini berperan ganda, sehingga kedua orang tua bisa mengantisipasi sejak dini.

Penyebab Kepala Bayi Peyang

Ada beberapa penyebab kepala bayi peyang, seperti halnya posisi tidur yang sering menghadap ke satu sisi. Tortikolis yang kerap dikatakan sebagai otot leher tegang (kaku), bisa berimbas bayi kesulitan memutar kepala ke sisi lain. Posisi ketika dalam kandungan sempit juga bisa menjadi penyebab tekanan pada kepala dan yang terakhir lahir prematur.

Jenis Bantal

Bantal anti peyang pada bayi memang penting yang wajib dimiliki, khususnya mereka calon orang tua baru. Namun sebelum memutuskan membeli dan menggunakan, alangkah baiknya pahami jenis serta kegunaan. Umumnya bantal peyang mempunyai beberapa jenis dan bahan.

1. Bantal Memory Foam

Terbuat dari memory foam yang memiliki material super lembut, sehingga bisa menyesuaikan bentuk kepala bayi. Memiliki kemampuan menyesuaikan dengan kontur kepala maupun leher bayi. Ini turut memberi dukungan dipersonalisasi, mampu meredakan tekanan pada titik tertentu. 

Melansir dari Channel Youtube ADIK & KAKA. Bantal memory foam bisa digunakan si kecil mulai dari newborn sampai usia 4 tahun. Miliki struktur karakteristik tepat menjadikannya mampu mengikuti struktur kepala bayi, sehingga tidur terasa jauh lebih nyaman.

Sebagai informasi tambahan, bahan memory foam berkualitas juga biasanya tak membuat panas di area belakang kepala bayi. Hasilnya, si kecil pun tidak akan mudah terbangun karena keringat.

2. Bantal Lateks Alami

Jenis bantal kedua ini terbuat dari bahan lateks alami (hypoallergenic) dengan sirkulasi udara baik. Didesain sedemikian rupa untuk menempatkan tempurung kepala bayi agar tetap nyaman, meski digunakan selama berjam-jam.

3. Bantal dengan Isian Serat

Bantal peyang yang terakhir ini berisi serat ringan yang mudah dicuci. Terkenal empuk, ringan, tahan lama, dan pastinya tidak mudah kempes. 

Panduan Tepat Memilih Bantal

Pastikan sebelum membeli dan menggunakan bantal anti peyang untuk bayi, perhatikan panduan pemilihannya secara tepat.

  • Bahan: pastikan untuk memilih bantal yang menggunakan bahan lembut, aman, serta hypoallergenic.
  • Desain: Bantal peyang memiliki desain cekung dengan fungsi mendukung kepala bayi agar terbentuk baik.
  • Ukuran: Pastikan jika ukuran sudah sesuai usia maupun ukuran kepala.
  • Sirkulasi: Pilih bantal dengan sirkulasi udara baik untuk mencegah bayi Kepanasan dan berimbas ruam pada kulit kepala bayi.
  • Perawatan: Usahakan membeli bantal yang bisa dicuci dan dibersihkan dengan mudah.

Perbedaan Bantal Bayi Anti Peyang dan Bantal Menyusui Bayi

Bantal anti peyang bayi berperan mencegah penekanan berlebih pada kepala agar tidak datar. Memiliki lekukan (cekungan) yang digunakan untuk mendistribusikan tekanan secara merata. Bantal ini digunakan pada bayi baru lahir agar posisi tidur selalu terlentang.

Sedangkan bantal menyusui berperan membantu ibu ketika menyusui bayinya, mengurangi tekanan pada bagian leher, lengan, dan punggung. Memiliki bentuk seperti cincin yang dilingkarkan pada perut ibu untuk menopang tubuh si kecil. Meski diperuntukan untuk bayi, namun bantal ini digunakan oleh ibu pada saat berbaring atau duduk.

Baca Juga: Bantal Ibu Menyusui, Rekomendasi dan Panduannya

Selain memakai bantal, perhatikan posisi tidur bayi kemudian lakukan tummy time secara rutin. Pilihlah jenis yang menyesuaikan kebutuhan dan pastikan menggunakan secara tepat. Bantal anti peyang bisa menjadi solusi efektif mencegah sindrom kepala datar bayi.