Mengenal Material Isian Bantal yang Ampuh Membuat Tidur Lebih Nyenyak 

Posted on

Jangan asal memilih bantal tidur. Pastikan jika material isian bantal terbukti mampu mengubah, sekaligus memperbaiki kualitas istirahat setiap harinya. Ketika leher terasa kaku dan sakit saat bangun, khususnya di pagi hari bisa dipastikan penyebabnya adalah alas kepala. Jadi. jangan asal memilih jenis, material isian, dan ukuran bantal tidur yang dipakai setiap harinya.

Baca Juga: Kenali Ukuran Bantal Tidur Tepat untuk Kenyamanan Tidur Nyenyak Maksimal

Mengenal Material Isian Bantal yang Ampuh Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Material isian bantal terdiri dari berbagai jenis, mulai dari dakron (serat polyester) yang ringan, silikon yang lembut, hingga material premium. Foto: Istimewa.

Kenali Material Isian Bantal Terbaik

Bantal menjadi salah satu benda penting yang dipakai menunjang kenyamanan istirahat di dalam kamar. Selain memperhatikan jenis dan ukuran, material isian bantal juga kunci utama menghantarkan tidur lebih nyaman dan nyenyak.

Mengutip saran dari organisasi kesehatan tidur  National Sleep Foundation, mengenai posisi tulang belakang netral bisa diawali dengan pemilihan material isian alas tidur. Pastikan benar-benar fokus untuk mendukung tulang belakang, kenyamanan, dan hipoalergenik. Adapun pilihan meliputi Kapuk & Kapas, Bulu Angsa, Dakron, Lateks, dan Memory Foam. Alasan pemilihan kelima isian ini, karena setiap masing-masing material terdapat kelebihan serta kegunaan masing-masing.

Namun siapa sangka, jika pemilihan sampai salah, otomatis kesehatan akan jadi terganggu. Jika dibiarkan terlalu lama bisa menyerang ke pola aktivitas sehari-hari, gangguan tulang leher, dan kesehatan. Itulah sebabnya, sebelum membeli wajib pertimbangkan seperti apa bahan dasar pembuatannya (isi bantal).

Jenis Isian Bantal

Ditinjau dari segi material, isian bantal tidur dibedakan menjadi 5 jenis. Masing-masingnya mempunyai karakter yang khusus dirancang untuk memberi sensasi dan dampak tersendiri bagi tubuh setiap pemakainya. Adapun rekomendasinya sebagai berikut:

1. Kapuk dan Kapas

Pada dasarnya kedua isian ini sudah dari dulu dipakai untuk isian bantal. Meski sampai saat ini masih dipakai, namun seiring majunya teknologi kapuk dan kapas yang digunakan sudah melalui uji tes kelayakan yang dipakai untuk memberi keamanan dan kenyaman istirahat sepanjang malam berkat tingkat kelembaban atau sterilisasi dari sisa biji kapuk. Keduanya dinilai cukup kuat menahan beban, bahkan ketebalannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

2. Bulu Angsa

Material kedua ini jadi isian termahal dari opsi pertama dan selanjutnya. Terdapat dua jenis bulu yang digunakan untuk isian bantal, petama leher (down) yang terkenal sangat halus. Sedangkan yang kedua bulu bagian dada (feather) yang mengandung tulang.

Semakin tinggi kandungan “down“, otomatis semakin mahal pula harga jualnya. Memberi kenyamanan maksimal, berkat sifat lembut, empuk, sehingga mampu menopang leher secara baik. Mengatur suhu secara alami (sejuk ketika cuaca panas dan hangat saat ,musim dingin), tahan lama (tidak cepat kempes), ringan, dan pastinya mampu ciptakan kemewahan ala hotel meski hanya di rumah. Untuk perawannya pun mudah, cukup dijemur agar selalu terjaga dari resiko jamur dan bakteri.

3. Dakron 

Jenis isian ketiga ini jadi alternatif bagi yang tak suka memakai bantal kapas atau kapuk. Terbuat dari serat plastik haus, tak heran jika isian alas kepala dakron memiliki kelebihan, yaitu bisa menyerap air. Rata-rata orang memilih bantal ini karena jauh lebih murah, selain itu pemakaiannya terkenal berkualitas. Memberi kenyamanan maksimal untuk menopang leher demi mengurangi nyeri akibat salah bantal. Terkenal mempunyai sifat hypoallergenic (aman dari alergi maupun tungau), mudah dicuci, awet, dan pastinya dari segi harga lebih terjangkau. 

4. Lateks

Material isian bantal lateks memiliki ciri khusus, yaitu lubang-lubang yang berguna mengatur kekenyalan. Jenis keempat ini dibedakan menjadi dua, yaitu lateks natural (kurang 80% bahan natural) dan sintetis (kurang dari 80% bahan sintetis). Meskipun dipakai dalam jangka panjang dan lama, alas kepala lateks berguna meningkatkan kualitas tidur, lewat cara memberi topangan ergonomis baik, meredakan nyeri leher, dan pastinya tahan lama.

Isian ini terbuat dari getah karet alami bersifat anti-alergi, tungau, dan bakteri berkat sirkulasi udara baik (sejuk). Tak heran jika bantal ini justru responsif, kenyal, dan pastinya tidak mudah kempes. Material ini juga banyak diincar khalayak karena mempunyai sifat anti bakteri dan anti tungau walaupun kandungan getahnya tinggi.

5. Memory Foam

Isian terakhir ini memang membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuknya semula, usai pemakaian. Material bantal Memory Foam terbuat menggunakan bahan busa PU (polyurethane) dengan proses khusus. Untuk pemakaiannya, sebaiknya dipakai di ruang yang menggunakan pendingin AC.

Melansir dari Channel Youtube rizkykor lee, mengenai bantal dengan material isian Memory Foam. Terkenal lebih empuk, ergonomis, dan nyaman, cocok banget dipakai khusus orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat pola tidur yang tidak tepat. Khusus orang tua yang sering merasa sakit kepala atau leher pegal saat bangun tidur pagi, wajib ganti dengan bantal Memory Foam. Hal ini dikarenakan sensasi “lambat membal” (slow rebound) saat ditekan tangan memberi ketenangan lama bagi siapapun yang menggunakan, khususnya pada malam hari. Selain untuk kesehatan, alas kepala ini terkenal sejuk dan mudah dibersihkan, jadi jangan khawatir.

Berperan  menopang leher dan tulang belakang lebih optimal, meredakan nyeri bahu atau leher, dan paling utama meningkatkan kualitas istirahat. dari segi bahan, mampu merespons suhu maupun tekanan tubuh agar bisa mengikuti kontur kepala, mengurangi titik tekan, tahan lama, dan menjaga posisi tidur tetap sejajar demi mengurangi dengkuran saat tidur.

Perbandingan Isian Bantal Bulu Angsa dan Microfiber

Meski sama-sama material bantal yang banyak dipakai khalayak umum. Namun isian bulu angsa dan microfiber mempunyai beberapa perbandingan yang wajib diketahui sebelum memutuskan membeli bantal. Lalu apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Kenyamanan & Tekstur

  • Bulu Angsa: Sangat lembut (fluffy), namun tetap mampu menopang, memberi sensasi “tenggelam” nyaman, dan menyesuaikan bentuk kepala secara tepat.
  • Microfiber: Meski dibuat meniru kelembutan bulu angsa yang mempunyai rasa pakai halus dan empuk, namun ada beberapa jenis microfiber terasa padat dari pada bulu asli.

Kesehatan & Alergi

  • Bulu Angsa: Meski empuk dan nyaman, sayangnya bantal isian ini kurang cocok dipakai penderita alergi, sebab bulu asli bisa jadi pemicu reaksi alergi bagi orang-orang sensitif.
  • Microfiber: Direkomendasikan bagi penderita alergi (hypoallergenic) dan pastinya lebih tahan terhadap debu dan tungau. 

Suhu & Kenyamanan

  • Bulu Angsa: Memiliki sirkulasi udara baik untuk menjaga kepala selalu dingin, khususnya di musim panas dan selalu hangat pada saat musim dingin tiba.
  • Microfiber: Cukup baik memberi sirkulasi udara, sayangnya ada beberapa jenis serat sintetis terasa sedikit lebih panas dari pada bulu angsa alami. 

Pilih bantal dengan isian bulu angsa apabila mengutamakan kenyamanan mewah dan daya tahan tinggi, tak heran jika bulu angsa patut dijadikan investasi jangka panjang meski harga 3x lipat Microfiber. Sedangkan jika mencari banta lembut dan aman dari alergi, bisa pilih bantal dengan isian Microfiber. 

Baca Juga: Bantal Nanofiber, Pilihan Cerdas Kenyamanan Tidur Maksimal

Inilah penjelasan mengenai macam-macam isian bantal. Sebagai pengguna cerdas, jangan asal membeli alas kepala karena tergiur harga murah maupun gengsi. Pastikan benar-benar menyeleksi mana pilihan material isian bantal yang baik untuk kesehatan, sekaligus memberi kualitas istirahat lebih nyenyak dan nyaman.